Jumat, 01 Juni 2012

Minta Bantuan Bimbingan Jasa Skripsi Itu Sah-Sah Saja, Boleh Banget

Banyak mahasiswa keliru beranggapan bahwa dalam menyusun skripsi kita tidak boleh mengutip karya ilmiah lain. Padahal, hal itu sangat sah asal sumbernya dicantumkan. Begitu pula dalam proses pengerjaannya; meminta bantuan skripsi sama sekali tidak tergolong "pelacuran ilmiah". Meminta bantuan kepada teman, kakak tingkat, hingga jasa konsultasi skripsi adalah hal yang wajar dan boleh banget dilakukan.


Lantas, bolehkah pengolahan data seperti uji validitas, reliabilitas, uji asumsi, dan hipotesis diserahkan pada jasa orang lain? Jawabannya: **Boleh!** 


Ide dan gagasan utama penelitian harus murni dari pemikiran Anda sendiri. Namun, pengolahan data murni bersifat teknis, sama halnya dengan meminta bantuan untuk merapikan format penulisan, halaman, margin, atau daftar isi. Keahlian akademik setiap orang berbeda-beda, dan para ahli statistik pun sering dilibatkan untuk membantu menganalisis atau mengajarkan cara membaca data kepada mahasiswa.


Sebagai mahasiswa—terutama jenjang S1—Anda tidak harus menguasai seluruh aspek teknis penelitian secara sempurna. Intinya, Anda hanya perlu mengetahui prinsip, tujuan, manfaat penelitian, serta bisa menginterpretasikan hasilnya. 


Kesimpulannya, menggunakan jasa bantuan skripsi itu sah-sah saja. Syarat mutlaknya hanya satu: **pertanggungjawaban harus tetap secara individual**. Selama Anda menguasai gagasan penelitian Anda dan mampu mempertahankannya saat sidang, meminta bantuan teknis di tengah jalan adalah hal yang cerdas dan sangat diperbolehkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.